Alhamdulillah, pada 9 September 2015 yang lalu, telah diadakan Majlis
penandatanganan Mou kerjasama antara Herba An-Nabaat dengan Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Islam Riau, di Pekanbaru. Semoga segala yang dirancang dapat berjalan lancar. Amin.

Mohon doa dari Tuan dan Puan.


Kebutuhan akan produk halal di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Muslim ini ternyata jauh dari harapan. Bayangkan dari puluhan ribu jenis obat yang ada ternyata yang halal hanya 22 jenis.

“Menurut data MUI tahun 2013 dari semua produk obat yang beredar di masyarakat baru sekitar 22 yang mendapat sertifikat halal dari MUI” ujar Aisha Maharani di Masjid Nurul Iman, Kalitan Sabtu (5/9).

Dengan demikian bisa dipastikan bahwa sebagaian dari kita yang jika sakit dan diberi resep dokter sebagian besarnya mengkonsumsi produk haram.

Belum adanya kepastian hukum dari negara kepada produsen obat untuk mengurus sertifikat halal merupakan penyebab utama dari persoalan tersebut.

Menyikapi hal itulah Aisha Maharanie memberikan cara kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dengan menghindari produk kimia. Diantaranya adalah dengan mengkonsumsi makanan yang disunnahkan oleh rasulullah SAW.

“Jika ingin sehat serta mendapatkan keturunan yang baik saya sarankan sebelum melakukan jima’ maka lakukanlah sholat tahajud kemudian konsumsilah kurma, habattusauda dan juga air zam-zam. Jika itu dilakukan insya Allah benih yang dihasilkan sehat dan bagus” ujarnya di depan peserta pengajian Humaira yang mayoritas perempuan.

Ia juga menambahkan pengalaman pribadinya saat proses kehamilan mendapat kemudahan yang pada waktu itu menkonsumsi kurma.

“Saat melahirkan anak saya yang ketiga saya rajin mengkonsumsi kurma. Alhamdulillah pas ngeden sekali langsung keluar hingga perawatnya heran”

Di acara yang mengambil tema “Cantik dan Sehat dengan Yang Halal” tersebut Aisha Maharani memberikan tips bagaimana hidup sehat bagi wanita dengan cara mengkonsumsi makanan halal serta bahaya obat kimia dan kosmetik yang sering digunakan oleh kaum wanita pada umumnya.

Terkait munculnya perdebatan mengenai boleh tidaknya menggunakan vaksin bagi balita ia memberikan nasehatnya agar hal itu tidak perlu. Ini dilakukan karena sampai sekarang belum ada vaksin bagi balita satupun yang lolos sertifiksi halal MUI.

“Setahu saya vaksin untuk balita itu belum ada yang bersertifikat halal kecuali vaksin untuk jamaah haji”

Diakhir acaranya Aisha Maharani berpesan agar dalam mengkonsumsi baik itu makanan, obat dan kosmetik agar umat Islam mencari produk yang sudah bersertifikat halal.

“Mulai hari ni cari produk yang halal karena Halal is My Way” pungkasnya.

Sumber: panjimas.com


Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT, pada Rabu lalu, 26 Agustus 2015, pihak Fakultas Ekonomi dan Pengurusan, Universiti Putera Malaysia, telah berkenan menjemput Dr. Nurmawati Syakroni dan memberikan beliau peluang untuk berkongsi sedikit pengetahuannya yang ada di bidang herbal dan kesehatan, di samping berkesempatan untuk berkenalan dengan para staf di Fakulti Ekonomi dan Pengurusan, UPM.

Kata alu-aluan dari Encik Mustaffa Dollah


Bagi pihak Dr.Nurmawati Syakroni, kami mengucapkan setinggi-tinggi ucapan terima kasih kepada Encik Mustaffa Dollah berserta seluruh staf beliau atas sambutan serta keakraban yang diberikan. Semoga pertemuan kita bukan hanya sampai di sini saja.

Kami juga berharap akan ada lagi dari dari persatuan staf fakultas lain atau juga Organisasi-organisasi lain yang juga berminat untuk mengadakan program seperti ini.

* Bersama kita memartabatkan warisan perubatan tradisional Melayu.


Syukur alhamdulillah, manfaat dan mudharat, hanya datang dari Allah swt. Terima kasih yang tak terhingga juga kami ucapkan kepada pengirim sms karena sudi berbagi. Semoga bermanfaat bagi kita semua.


Assalamu'alaikum dan Salam sejahtera. Mungkin kiriman sms ini juga boleh dijadikan sebagai testimoni bagi bapak/ibu, pasangan suami isteri yang masih belum dan ingin dikurniakan cahaya mata. Terimakasih kepada pengirim, semoga bermanfaat untuk kita semua.


Bismillahirrahmanirrahim 

Assalamu'alaikum wr. wb.

Anak saya Balqis (18 tahun) mengalami penyakit kulit yang teruk sejak minggu-minggu terakhir beliau di  PLKN (semacam program wajib militer di Malaysia).  Ini mungkin disebabkan oleh stress, makanan, lingkungan sekitar dan cuaca sepanjang menjalani latihan di sana. 

Setelah pulang dari PLKN pada 14 Feb 2015 lalu, kami membawanya ke beberapa buah klinik biasa, tapi malangnya dokter sendiri tidak tahu jenis penyakit kulit tersebut, hinggalah kami membawanya ke sebuah klinik spesialis kulit di Rawang.

Klinik spesialis kulit tersebut kemudiannya menyatakan bahwa Balqis mengidap penyakit psoriasis yang sudah kritikal serta sukar untuk diobati. Klinik tersebut menyarankan agar Balqis dirujuk ke Bahagian Dermatology Rumah Sakit Selayang. 

Di Rumah Sakit Selayang, dokter yang memeriksa Balqis memberikan obat tahan gatal (mengantuk), sampo dan berbagai krim yang diyakini mengandung steroid untuk dioleskan di seluruh badan. Krim untuk kepala lain, krim untuk tangan lain, krim untuk badan krim lain dan begitulah seterusnya.

Setelah seminggu menggunakannya kami mendapati obat-obat tersebut tidak ada hasilnya, malahan jangkitan terus merebak ke seluruh badan dan kepala. Kulitnya kelihatan bersisik, di atas kepala pula berkeping-keping tebal. Keadaannya amat menyedihkan kami seisi keluarga. 

Oleh karena bimbang terhadap efek sampingan yang mungkin akan dihadapi oleh Balqis efek dari steroid yang digunakan, kami mencari alternatif lain dengan melayari internet dan membaca pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh pesakit-pesakit yang senasib dengannya. Rata-rata menyatakan tidak ada obat dan ini tambah merunsingkan kami. 

Akhirnya saya terjumpa satu artikel potongan surat kabar (arkib: 05/08/2012) yang menceritakan pengalaman pesakit yang sudah 27 tahun menderita psoriasis dan kini telah pulih. Dari potongan surat kabar itulah saya mendapatkan nombor telefon dan menghubungi En. Dali untuk mendapatkan penerangan yang lebih lanjut sehingga membawa kami mengenali Dr Nurmawati dan An-Nabaat.

Tanpa berlengah kami ke rumah/ kliniknya di Bangi.  Dr Nurmawati bekalkan Balqis dengan 4 jenis obat iaitu:

1.  Minyak kelapa dara (minum)
2.  Minyak herbal (sapu)
3.  Kapsul herbal rawat kuman/virus (makan)
4.  Kapsul herbal rawat alahan (makan)

Kami minta Balqis berhenti menggunakan obat-obatan dari rumah sakit dan mulai mengunakan produk Herbal An-Nabaat.  Pada peringkat permulaan perngobatan, kami mendapati efek dari tindakbalas obat antaranya:

1.  Kulit cepat kering dan mengelupas.
2.  Tidak tahan sejuk walaupun cuaca panas (akibat pengelupasan).
3.  Terbungkuk-bungkuk dan tidak boleh berdiri lama.
4.  Sakit di sendi-sendi tulang tangan dan kaki.
5.  Bengkak-bengkak di betis, lengan dan kaki.
6.  Kulit menjadi tipis dan tidak boleh disentuh terutama dipelipatan lengan.
7.  Pijar di telapak tangan jika terpegang makanan pedas.
8.  Kulit menjadi kemerah-merahan
9.  ‘Bertukar kulit’

Dari waktu ke waktu kami sering berkonsultasi dengan Dr Nurmawati untuk mendapat pandangan dan nasehat. Kami diminta agar tidak gusar jika ada tindakbalas karena ini sebenarnya menunjukkan kesan yang baik dan banyaklah bergantung kepada Allah Taala.

Alhamdulillah, kami amat bersyukur ke hadrat ilahi karena setelah hampir 3 bulan penyakit Balqis akhirnya kembali pulih sepenuhnya. Namun begitu kami masih mahu Balqis meneruskan memakan obat-obat An-Nabaat ini. Balqis sudah kembali ceria dan kini sedang menyambung pelajarannya ditingkat Matrikulasi.

Kami bersedia untuk berbagi pengalaman ini pada sesiapa saja yang mengalami masalah yang sama.  Akhir kata terima kasih dan syukur kepada Allah yang menemukan kami dengan Dr Nurmawati, Herbal An-Nabaat dan En. Dali yang banyak membantu kami.
 
Herbal An-Nabaat, Selamat Maju Jaya.

ABDULLAH ABDUL JALIL
RAWANG

Hubungi Kami

"Apakah anda punya masalah kesehatan? seperti kanker, kista, asam urat, diabetes, darah tinggi atau masalah kesehatan yang lain? Sementara anda juga sudah puas berobat ke Dokter/Rumah Sakit?"

"Di sini kami ingin membantu anda. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, ramai yang telah berhasil sembuh.. Bagaimana pula dengan anda?

Untuk pertanyaan atau konsultasi kesihatan,
hubungi pakar kami:

Dr. Nurmawati bt. Syakroni Apt. Ph.D
Pharmacist (UGM, Yogyakarta)
Microbiologist (UKM)
Moleculer Biologist (UPM)
+6019-3917945 (call/sms/whatsapp)

Atau hubungi wakil kami di Riau, Indonesia:

AS'AD TAMBUSAI
0813-72175729 (call/sms/whatsapp)
E-mail: annabaatriau@gmail.com

Atau buat temujanji
dan datang ke alamat kami:

RUMAH SEHAT AN-NABAAT
(DR. NURMAWATI SYAKRONI Apt. Ph.D)

Jln. Garuda Sakti Km. 7.5
Masuk Jln. Kijang Putih. Gg. Herbal
Desa Karya Indah. Kec Tapung
Kab. Kampar. 28464 Riau
Indonesia

Lihat google map:
https://goo.gl/maps/Rbzs39TPzau

WAKTU OPERASI:
Setiap Hari: Senin - Ahad
8.00 - 18.00 (WIB)

Video Herbal An-Nabaat