Tampilkan postingan dengan label Surat Kabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Kabar. Tampilkan semua postingan
Foto Dr Nurmawati Bt Syakron Apt Ph D bersama Komisioner KPU Riau, Abdul Hamid, Selasa (15/1)
BANGAI.ID, PEKANBARU -- Salah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR), Nurmawati Syakroni Apt Ph D menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut. 

"Awalnya hanya untuk satu dua penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah mungkin memberikan saya amanah, Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu, Rokan Hulu ini, Selasa (15/1).

Bahkan untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini, di antaranya AIDS atau HIV, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS hingga saat ini. Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia. 

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya. 

Untuk obat HIV AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya. 

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian. 

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya. 

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau. 

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. 




TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dosen bercadar asal Riau temukan obat herbal untuk penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Dosen bercadar asal Riau yang berhasil menemukan obat herbal untuk penyakit HIV dan AIDS itu adalah Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD.

Dia adalah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR) yang jadi peneliti di University Putera Malaysia (UPM).

Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Ia telah menggunakan obat ini di tempat praktiknya Rawatan Herbal An Nabaat Dr Nurmawati Syakroni.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut.

"Awalnya hanya untuk beberapa penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah SWT mungkin memberikan saya amanah. Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu Dalu, Rokan Hulu, Riau ini kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (16/1/2019).

Bahkan, untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini.

Di antaranya obat untuk penderita HIV dan AIDS, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV dan AIDS hingga saat ini.

Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia.

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya.

Untuk obat HIV dan AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57, dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau.

Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya.

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian.

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal.

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya.

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau.

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. (*)


Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/01/16/dosen-bercadar-asal-riau-temukan-obat-herbal-untuk-penyakit-hiv-dan-aids


PEKANBARU (CAKAPLAH) - Seorang ilmuwan asal Rokan Hulu, Riau, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  mengklaim dirinya berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.  Sebagaimana diketahui, sampai saat ini belum ada pihak yang berhasil menyembuhkan penyakit mematikan tersebut.

 Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staf peneliti di University Putra Malaysia (UPM) ini menyebutkan bahwa prakteknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," katanya kepada CAKAPLAH.com, Selasa (15/1/2019).

Untuk obatnya sendiri, bernama Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dibanderol dengan harga Rp100 ribu.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya ini bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," cakap perempuan bercadar tersebut.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau. Saya memulai ini dengan fardhu kifayah," cakapnya lagi.

Sementara itu, salah seorang pejabat publik Abdul Hamid mengatakan bahwa Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  merupakan dosennya saat menempuh perkuliahan di UIR dahulu.

"Saya ini merupakan mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan membantu banyak orang," tukas salah seorang Komisioner KPU Riau tersebut.

Penulis : Satria Yonela
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serba Serbi, Riau




BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Seorang ilmuwan asal Rohul, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D mengklaim bahwa dirinya sudah berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.

Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staff peneliti di University Putra Malaysia ini menyebutkan bahwa praktiknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," kata dia kepada bertuahpos.com, Selasa 15 Januari 2019.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," tambah dia.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau," pungkas dia.


Qamarun Salim

Setiap orang mungkin pernah merasa gatal-gatal, sehingga terpaksa menggaru bahagian berkenaan. Tetapi pernahkah anda terasa gatal sehingga terpaksa menggaru seluruh badan? Lebih perit jika bahagian yang digaru itu mengelupas.

Keadaan inilah yang dialami oleh Qamarun Salim, 25 sejak dia berumur 16 tahun. Ketika baru menginjak dewasa, sakit kulit yang dialami mengubah hidupnya.

Dia tidak boleh aktif seperti anak muda lain sebaliknya terpaksa mengurung diri di rumah.

Akibat penyakit kronik itu, kulit Qamarun bersisik kemerah-merahan, rambut gugur dari berat badan menyusut.

"Kawan-kawan saya menggelar saya "mat salji". Setiap kali saya menggaru kepala, terdapat kesan putih jatuh bak salji.

Janganlah malu atau cuba sembunyikan diri kalau dapat penyakit seperti ini. Buktikan pada orang lain bahawa kita pun boleh berjaya. Yang penting, kita jangan berputus asa.

"Pada mulanya macam ada kelemumur di kepala. Saya sikat berulang kali, namun ia jadi makin teruk,” katanya.

Kadang-kadang timbul perasaan rendah diri kerana tidak tahan dengan keadaan persekitaran ditambah dengan perasaan rendah diri akibat kekurangan diri itu.

Lama kelamaan dia seakan sudah lalu dengan cacian orang sekeliling yang seperti jijik melihat kulitnya yang kemerah-merahan dan mengelupas.

Malah, ramai yang cuba menjauhinya kerana kononnya penyakit kulit itu berjangkit.

“Masa bersekolah dulu ada yang menjauhkan diri dan menghina saya. Masa itu saya sebagai remaja tentu terasa dengan mereka,” Katanya sebak.

Selepas meningkat dewasa, Qamarun nyata sudah lali dengan semua kutukan sesetengah orang.

“Makin lama saya sudah makin biasa dengan ejekan orang. Sekarang, apabila pergi ke tempat khalayak ramai pun saya rasa tak mengapa. Macam tak ada masalah,” ujarnya.

Bagi mengelak penyakit kulitnya itu melarat, Qamarun menyapu krim selain satu lagi ubat yang perlu dimakan.

Selain rutin berjumpa pakar kulit, saya juga mencuba rawatan alternatif termasuk herba-herba.

“Pada julai lalu, saya mencuba ubat daripada herba. Boleh dikatakan saya sudah bosan sebenarnya dengan penyakit saya. Namun, saya tidak mahu berputus asa. Akhirnya, saya berjumpa maklumat facebook An-Nabaat dan www.an-nabaat.blogspot.com. Daripada situ saya mendapat maklumat tentang rawatan alternatif penyakit saya.”

“Bagi saya tidak salah mencuba kerana saya mahu hidup normal seperti orang lain,” katanya yang bersyukur kerana mengalami perubahan positif.

Semangat
Atas kesabaran Qamarun, kulit kepala dan badan kurang mengalami kegatalan. Pun begitu, Qamarun masih berpantang khususnya penjagaan makanan dengan mengurangkan pemakanan yang boleh merangsang kegatalan seperti telur, ayam dan sebagainya.

Qamarun kini lebih mengutamakan makanan sihat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Keluarga juga banyak memberi semangat kepada saya. Saya tidak akan lupa jasa mereka,” katanya lagi.

Kepada pesakit yang mengalami penyakit yang sama, Qamarun berharap mereka berani dan tidak menghiraukan cacian orang sekeliling, sebaliknya bangkit menjadi insan berjaya.

“Janganlah malu atau cuba sembunyikan diri kalau dapat penyakit seperti ini. Buktikan kepada orang lain bahawa kita pun boleh berjaya. Yang penting kita jangan berputus asa,” ujarnya.

Qamarun adalah antara ratusan pesakit Psoriasis yang pada awalnya menganggap penyakit ini hanya kegatalan biasa.

Hakikatnya, Psoriasis sejenis penyakit kulit kronik yang boleh menyerang sesiapa sahaja tanpa mengira usia dan jantina.

Sehingga kini 125 juta penduduk seluruh dunia menghidap Psoriasis dan tidak terkecuali Malaysia denga 12,40062 pesakit.

Psoriasis memberi kesan kepada sendi dan paling ketara dibahagian kulit yang kelihatan kemerah-merahan serta mengelupas, menyebabkan ramai antara pesakit malu untuk menonjolkan diri di khalayak ramai.

Dalam pada itu hari Psoriasis sedunia 29 Oktober setiap tahun bagi memberi kesedaran kepada orang ramai mengenai penyakit kronik ini selain memberi peluang kepada pesakit untuk berkongsi pengalaman serta kehidupan seharian mereka.

Oleh RABIATUL ADAWIYAH KOH ABDULLAH
adawiyah.koh@utusan.com.my

Artikel ini telah diterbitkan oleh: Mingguan Malaysia, Minggu 8/11/2015.

Terimakasih yang tidak terhingga kami ucapkan kepada En. Qamarun Salim dan rakan-rakan di Utusan Malaysia.


Mengalami masalah obesiti , Syarifah Atiqah Syed Ali sudah lali dengan ejekan mengenai saiz badannya. Namun dia sendiri sedar, berat badannya harus dikurangkan jka tidak mahu menghadapi masalah kesihatan kelak.

Berat badan yang mencecah 88 kilogram mesti dikurangkan kerana ia tidak sesuai dengan usianya yang baru menginjak 25 tahun.

"Dulu saya banyak makan nasi. Malah saya wajib makan nasi berlauk untuk sarapan pagi. Tambahan pula makanan boleh dibeli di mana-mana sepanjang hari dan harga pun murah.

"Disebabkan tidak mengawal pemakanan, berat badan saya semakin meningkat. Akhirnya, saya cepat penat dan tidak dapat memakai baju yang saya idamkan ," ujarnya ketika ditemui di majlis meraikan pelanggan anjuran An Nabaat baru-baru ini.

Atas nasihat keluarga, Atiqah mengurangkan pengambilan karbohidrat serta lebihkan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Bagi mengimbangi jadual dietnya, Atiqah turut mengambil suplemen An Nabaat, herba susut-perut.

Herba ini membantu sistem dalam tubuh Atiqah untuk melawas dengan baik.

Diet selepas lebih setahun mengamalkan diet, kini hidup Atiqah mula berubah sepenuhnya.

Dia berjaya menurunkan berat badan sebanyak 18 kilogram dan ini meningkatkan keyakinan dirinya.

"Kini berat badan saya 70 kilogram. Apa yang melucukan, tabiat lama sewaktu gemuk masih terbawa-bawa kerana saya terlupa bahawa tubuh saya sudah tidak seperti dulu.

"Bayangkan dahulu hendak duduk menyilang kaki cukup susah malah jika mengikat tali kasut, saya perlu meletakkan kaki atas tempat yang lebih tinggi. Waktu itu saya tidak mampu menundukkan badan atau berlutut kerana terlalu gemuk. Lebih menyedihkan dulu, saya tidak dapat membeli baju yang saya suka,'' ujarnya.

Dia kini perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan saiz tubuh barunya malah lebih gembira kerana semakin senang memilih baju dan memakainya tanpa rasa malu. Tidak seperti masa dia perlu menyarung baju atau seluar bersaiz XXL sebelum ini.

"Saya masih boleh minuman kegemaran dengan syarat mengurangkan gula dan mencuba pelbagai jenis sup," katanya sambil tersenyum.

GembiraSeronok dengan perkembangan dirinya, Atiqah sedia berkongsi cara dia mengurangkan berat badan atau lebih tepat, mengatasi masalah obesiti.

Pertamanya, tekan Atiqah adalah kesungguhan kerana ia menuntut pengorbanan yang tinggi, perlu berusaha bukan sekadar memasang angan-angan.

"Sebenarnya, faktor utama yang mampu menyumbang ke arah penurunan berat badan adalah kombinasi amalan pemakanan dan cara hidup sihat yang perlu diseimbangkan dengan aktiviti kecerdasan.

"Jangan memilih jalan singkat seperti pengambilan pil kurus atau pembedahan sedut lemak yang memang ketara hasilnya dalam jangka pendek kerana ia terbukti bukan cara selamat untuk kurus .

"Sebaliknya, berusahalah untuk kurus dengan nasihat pakar atau hospital selain mengamalkan pengambilan makanan berkhasiat dan bersenam. Itu cara paling ideal yang tidak boleh dinafikan," tambahnya.

Bagi Atiqah, paling tidak seseorang itu perlu bersenam setiap hari walaupun ia hanya satu pergerakan ringkas kerana dengan cara itu, mereka dapat mendidik diri menjadi individu yang cergas.

Pengalaman lalu banyak memberi pengajaran buatnya agar mengawal pemakanan dan memperbanyakkan pergerakan fizikal.

Atiqah bersyukur kerana kesedaran awal membolehkannya mengatasi obesiti yang menjadi punca pelbagai penyakit lain.

Sumber: Utusan.com.my

Artikel ini telah disiarkan di Akhbar Mingguan Malaysia, pada Ahad 6/1/2013 


Bagi anda yang mempunyai masalah kesehatan, anda boleh terus konsultasikan masalah kesehatan anda kepada: Dr. Nurmawati  +6019-3917945

Ahad, 13 November 2011 (Koran: Mingguan Malaysia) Pengasas Herbal An-Naabat, Dr. Nurmawati Syakroni menyifatkan setiap herbal memiliki keistimewaan tersendiri.

"Di peringkat Sarjana Muda saya belajar dalam bidang farmasi di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (UGM) dan banyak mempelajari jenis-jenis ubat sintetik dan fungsinya.

"Ketika melanjutkan pelajaran ke peringkat Sarjana (Master) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan peringkat Doktor Falsafah (ph.d) di Universiti Putra Malaysia (UPM), saya telah merubah haluan dengan membuat penilitian dalam bidang herbal sebagai obat-obatan alternatif.

"Kebetulan, saya sekeluarga juga jarang mengambil obat sintetik dari klinik, tetapi menggunakan dan menghasilkan sendiri obat daripada herbal.

"Tahun demi tahun, saya telah menghasilkan berbagai ramuan herbal untuk merawat berbagai penyakit. Semuanya terjadi secara tidak langsung apabila teman-teman di kampus menceritakan masalah kesehatan yang mereka hadapi.

"Dari situ, saya mendapat idea untuk menghasilkan herbal bagi merawat penyakit yang saya ramu dengan teliti berdasarkan pengalaman dan ilmu yang telah saya dapatkan selama ini," ujarnya yang kini bertugas sebagai penyelidik di Jabatan Obstetrik dan Ginekologi, Fakulti Perubatan dan Sains Kesihatan, UPM Serdang.

Mengulas lanjut tentang pengalamannya bersama testimoni herbal ramuannya, Dr. Nurmawati pernah membantu seorang kakitangan makmal di UPM. Pada awalnya, beliau melihat wanita itu seperti letih dan tidak bermaya.

"Apabila saya bertanya pada wanita tersebut, ternyata dia menderita penyakit tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi. Kemudian saya coba membantu untuk menghasilkan ramuan herbal untuk merawat penyakit-penyakit tersebut. Dalam proses menyediakan setiap ramuan selalu saya sertai dengan sholat hajat agar diberi manfaat tanpa ada mudarat.

Selepas tiga minggu wanita itu menggunakan ramuan yang saya sediakan, dokter yang memeriksa menyatakan bahawa wanita tersebut kini bebas kolestrol dan tekanan darah tinggi.

Berawal dengan ramuan Herbal Turun Kolestrol itulah, makin ramai yang mulai mengenali saya dan menceritakan masalah kesehatan mereka. Kini saya sudah menghasilkan 77 ramuan herba dengan nama Herbal An-Nabaat," jelasnya ketika ditemui di Bandar Baru Bangi, Selangor baru-baru ini.

Meskipun pengenalan Herbal An-Nabaat hanya dari 'mulut ke mulut' dan sesekali menyertai ekspo di beberapa tempat, namun sambutannya sangat menggalakkan termasuk dari Perusahaan Sakmoto, Jepang.

Menurut wakil Sakmoto di Malaysia, Mohd Dali Abdullah, selepas tsunami melanda Jepang dan alam sekitar mereka tercemar dengan radiasi radio aktif, permintaan terhadap obat-obat herbal dari luar Jepang terutamanya Malaysia semakin meningkat.

"Selepas mencoba beberapa produk Herbal An-Naabat dan melakukan perbincangan, pihak Sakmoto di Jepang berminat mengadakan usaha sama bagi memasarkan herbal tersebut di sana. Pada tahun hadapan, pihak perusahaan kami akan membawa Dr. Nurmawati ke Jepang untuk meneruskan penyelidikan dan mengkomersialkan Herbal An-Naabat di Jepang. Tahun ini, Sakmoto telah memesan minyak kelapa dara dan minyak herbal," ujar Mohd Dali.

Ujarnya lagi, pihak Sakmoto telah berbincang dengan Profesor Dr. Rozita Rosli bagi pihak Institut Bio Sains (IBS), UPM, untuk menjadikan IBS sebagai Pusat Penyelidikan Herba di Asia. Hasil penyelidikan tersebut akan turut dikomersial ke Jepang dan Korea Selatan.

Kesemua ramuan herbal tersebut diperoleh daripada bahan-bahan dari alam seperti akar-akar kayu dan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di Malaysia.

Oleh RABIATUL ADAWIYAH KOH ABDULLAH
adawiyah.koh@utusan.com.my

Sumber: utusan.com.my


SETIAP orang mungkin pernah merasa gatal-gatal, dan terpaksa menggaruk bahagian tubuh yang gatal itu. Tetapi pernahkah anda terasa gatal sehingga terpaksa menggaruk seluruh badan? Lebih perit lagi jika bahagian yang digaru itu mengelupas.

Keadaan inilah yang dialami oleh Hafizal Idris, 26, selama enam tahun.

Ketika baru menginjak dewasa, sakit kulit yang dialami mengubah hidupnya.

Dia tidak boleh aktif seperti anak muda lain sebaliknya terpaksa mengurung diri di rumah.

Akibat penyakit kronik itu, kulit Hafizal bersisik kemerah-merahan, rambut gugur dan berat badan menyusut.

"Saya terpaksa berhenti kerja sebagai pembantu kedai karena penyakit saya semakin kronis. Tidak mungkin saya keluar dengan keadaan seperti ini," keluh anak sulung daripada empat beradik ini.

Setiap hari ibunya, Faridah Bakar, 50, akan mengoleskan obat ke seluruh badan manakala bapaknya, Idris Sidik, 52, mencari rezeki tambahan untuk menampung biaya pengobatannya.

Syukurlah, penderitaan Hafizal akhirnya mendapat perhatian seorang usahawan herbal, Dr. Nurmawati Syakroni yang menghulurkan rawatan secara gratis.

Setelah hampir sebulan rawatan diberikan, penyakitnya pulih dan Hafizal mampu bekerja seperti biasa.

Dr. Nurmawati tertarik untuk membantu Hafizal selepas membaca kisahnya yang terbit di dalam koran pada Januari lalu.
Keratan koran tentang penyakit Hafizal
"Saya kemudian menghubungi Pak Idris melalui telefon dan mengirimkan Minyak Kelapa Dara, Herbal Rawat Alahan dan Herbal Rawat Kuman/Virus untuk mengobati penyakit tersebut. Tidak lama kemudian, saya mendapat panggilan dari Pak Idris beberapa kali yang memberitahu keadaan Hafizal semakin baik," ceritanya yang kemudian mengunjungi pemuda itu di Kampung Pokok Setol, Mukim Siong, Baling, Kedah.

Surat Kabar Utusan Malaysia pada 31 Januari lalu melaporkan Hafizal menderita akibat penyakit kulit yang dihidapinya dan semakin parah sejak dua bulan lalu apabila keseluruhan badannya mengelupas.

"Sewaktu Hafizal mendapat rawatan di Rumah Sakit Baling, memang terdapat perubahan, tetapi ia tidak lama karena keadaannya kembali seperti awalnya.

"Selepas kisah Hafizal disiarkan di surat kabar, ramai yang menghulurkan bantuan keuangan dan obat-obatan. Kemudian kami sekeluarga memberanikan diri mencoba obat yang diberikan Dr. Nurmawati. Alhamdulillah, hasilnya baik," katanya.

Tambah Idris, selepas mencoba produk herbal tersebut selama 10 hari, terdapat perubahan pada kulit Hafizal. Kini tiada lagi sisik dan tanda merah.

"Lebih membahagiakan kami sekeluarga, Hafizal semakin yakin dan dapat bekerja kembali," katanya sambil berterima kasih kepada Koordinator Parlemen Baling, Datuk Abdul Azeez Abdul Rahim, Dr. Nurmawati dan orang ramai yang selama ini banyak membantu.

Idris dan keluarga sentiasa memberi dukungan moral kepada Hafizal agar dia putus asa dan terus tabah meneruskan kehidupannya.

"Saya bersyukur karena Hafizal tidak pernah mengeluh dan reda dengan ketentuanNya.

"Kesabarannya ternyata tidak sia-sia karena sekarang dia semakin pulih dan bersemangat," katanya menutup bicara.

* Terima kasih An-Nabaat Sdn. Bhd, Bandar Baru Bangi, Selangor. Herbal An-Nabaat bakal dipasarkan oleh MK1, Sakamoto di Jepun. (Dali: +6019-4504905)

Sumber: utusan.com.my

Artikel ini telah diterbitkan oleh: Mingguan Malaysia, Minggu 25/3/2012


Kehidupan ceria seorang siswi kelas tiga SMP ini bertukar sengsara apabila dia secara tiba-tiba diserang penyakit kulit misteri yang dinamakan psoriasis. Akibatnya, Hazlinda mengalami simptom kulit mengelupas, kemerahan dan gatal, sekali gus mempengaruhi rupa parasnya.

Akibatnya, dia hanya mampu duduk di rumah karena kulitnya akan berasa sakit ketika berkeringat dan ketika memakai baju. Itulah antara pengalaman yang dialami Hazlinda Ilias (42 tahun) kira-kira 28 tahun lalu. Penyakit yang dialami Hazlinda masih berlarutan sehinggalah dia melangsungkan pernikahan.


"Saya mencoba berbagai rawatan termasuk cara Islam dan tradisional. Saya juga mencoba suplemen dari apotik. Ada yang berkesan tetapi tak sampai sebulan, penyakit ini datang kembali. Hinggalah saya mencoba sejenis obat herbal tradisional yang mungkin serasi dengan saya. Penyakit kulit yang saya alami tidak sembuh sepenuhnya tetapi ia semakin berkurang sehingga 60 persen," ujarnya.

Menurut Hazlinda, disebabkan perasaan malu dan kurang pengetahuan tentang psoriasis, dia tidak mahu berjumpa dokter ketika pertama kali mendapat penyakit ini.

"Saya sangat stres. Waktu itu saya baru berada di kelas tiga SMP. Akibatnya, pelajaran dan rutin harian saya terganggu. Penyakit kulit ini menyebabkan rasa sakit, gatal dan malu.

"Akhirnya atas dorongan keluarga, saya berjumpa dokter dan diberi obat," katanya.

Tahun lepas, atas izin Allah, dia dipertemukan dengan usahawan herbal, Dr. Nurmawati Syakroni dan sejak itu mencoba menggunakan Minyak kelapa dara, Herbal Rawat Alergi dan Herbal Rawat Kuman/Virus untuk merawat penyakit tersebut.

"Alhamdulillah ia sesuai dengan kulit saya," akuinya. Tambah Hazlinda, walaupun kesannya masih belum kelihatan tetapi ia membantu mengurangkan rasa sakit dan gatal terutama apabila cuaca panas dan dan berkeringat.

"Jika anda tanya, apa yang terjadi pada kulit saya 27 tahun lalu, susah saya nak gambarkan. Kulit menjadi gatal, bengkak dan alergi. Selepas berkeluarga, suamilah yang banyak membantu dengan mengoleskan obat di belakang badan. Seperti yang anda lihat sekarang, selepas mencoba obat herbal ini, yang tinggal hanyalah bekas parut. Walaupun saya belum sembuh sepenuhnya, saya bersyukur karena sekarang saya sudah tidak malu berjumpa orang ramai," ujarnya yang menjalankan bisnis secara kecil-kecilan.

Ibu kepada empat orang anak ini mengakui, sebagai penderita psoriasis memang banyak tantangannya.

Katanya, kulit akan menjadi kering apabila berada di ruangan dingin ber-AC dan tiada keyakinan diri apabila berjumpa dengan orang ramai.

Nasehatnya kepada pesakit-pesakit lain supaya bersabar dan tidak berputus asa.

"Kita perlu percaya setiap penyakit pasti ada obatnya. Saya bersyukur mempunyai keluarga yang memberi kekuatan kepada saya untuk terus tabah," katanya yang kini hidup gembira.

 Sumber: utusan.com.my   

Artikel ini telah diterbitkan oleh: Mingguan Malaysia, pada Ahad 5/8/2012 


DURIAN TUNGGAL, 17 Feb (Melaka Hari Ini) Kolej Antarabangsa Sains dan Teknologi Melaka (MiCOST) dengan kerjasama seorang pakar farmasi dari Jabatan Obstetrik dan Ginekologi, Fakulti Sains Perubatan dan Sains Kesihatan, Universiti Putra Malaysia (UPM) telah menemui sejenis penawar berasaskan herba untuk rawatan kanser.

Ketua Eksekutif, MiCOST, Prof. Dato' Dr, Mohd Razali Agus berkata, Herba Rawat Kanser yang dihasilkan oleh Dr. Nurmawati Syakroni dari UPM bakal dikomersialkan melalui penubuhan Pusat Penyelidikan Farmaseutikal Tanaman Herba MiCOST, sedikit masa lagi. Katanya, Herba Rawat Kanser tersebut dilihat berkesan bagi menyembuhkan penyakit kanser tahap 1, 2, 3 dan 4.

"Beberapa pesakit yang mengambil Herba Rawat Kanser mula memperlihatkan tanda-tanda positif untuk sembuh dan ini telah menyakinkan kami untuk mengketengahkan herba berkenaan untuk pasaran komersial," ujarnya ketika ditemui selepas melawat Mohd Fariz Mohd Zin, 16 yang menghidap ketumbuhan dipercayai kanser di Kampung Pantai Belimbing, di sini petang tadi.

Mohd Razali memberitahu, beliau telah memberikan Herba Penawar Kanser dan Minyak Kelapa Dara kepada Mohd Fariz sejak sebulan lalu. "Alhamdulillah, ketumbuhan yang dideritai mulai susut, berbanding keadaannya sebelum ini," jelas beliau. Katanya, MiCOST bersama Dr. Nurmawati yang juga pakar rujuk dan perunding kehormat MiCOST akan membuat pemantauan lanjut tentang penyakit yang dideritai Mohd Rizal.

Sementara itu, Mohd Rizal ketika ditemui berkata, terdapat beberapa perubahan yang dirasai setelah mengambil Herba Rawatan Kanser itu. "Saya rasa ada perubahan sedikit. Bengkak di bahagian pipi juga mulai susut dan tak rasa berat sangat seperti sebelum ini. Atas nasihat Dr. Razali dan Dr. Nurmawati, InsyaAllah saya akan terus mengambil herba berkenaan," ujarnya yang juga pelajar SMK Seri Pengkalan.

Sumber: Melaka Hari Ini

Hubungi Kami

"Apakah anda punya masalah kesehatan? seperti kanker, kista, asam urat, diabetes, darah tinggi atau masalah kesehatan yang lain? Sementara anda juga sudah puas berobat ke Dokter/Rumah Sakit?"

"Di sini kami ingin membantu anda. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, ramai yang telah berhasil sembuh.. Bagaimana pula dengan anda?

Untuk pertanyaan atau konsultasi kesihatan,
hubungi pakar kami:

Dr. Nurmawati bt. Syakroni Apt. Ph.D
Pharmacist (UGM, Yogyakarta)
Microbiologist (UKM)
Moleculer Biologist (UPM)
+6019-3917945 (call/sms/whatsapp)

Atau hubungi wakil kami di Riau, Indonesia:

AS'AD TAMBUSAI
0813-72175729 (call/sms/whatsapp)
E-mail: annabaatriau@gmail.com

Atau buat temujanji
dan datang ke alamat kami:

RUMAH SEHAT AN-NABAAT
(DR. NURMAWATI SYAKRONI Apt. Ph.D)

Jln. Garuda Sakti Km. 7.5
Masuk Jln. Kijang Putih. Gg. Herbal
Desa Karya Indah. Kec Tapung
Kab. Kampar. 28464 Riau
Indonesia

Lihat google map:
https://goo.gl/maps/Rbzs39TPzau

WAKTU OPERASI:
Setiap Hari: Senin - Ahad
8.00 - 18.00 (WIB)

Video Herbal An-Nabaat