Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baru. Tampilkan semua postingan
Foto Dr Nurmawati Bt Syakron Apt Ph D bersama Komisioner KPU Riau, Abdul Hamid, Selasa (15/1)
BANGAI.ID, PEKANBARU -- Salah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR), Nurmawati Syakroni Apt Ph D menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut. 

"Awalnya hanya untuk satu dua penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah mungkin memberikan saya amanah, Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu, Rokan Hulu ini, Selasa (15/1).

Bahkan untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini, di antaranya AIDS atau HIV, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS hingga saat ini. Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia. 

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya. 

Untuk obat HIV AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya. 

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian. 

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya. 

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau. 

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. 




TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dosen bercadar asal Riau temukan obat herbal untuk penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Dosen bercadar asal Riau yang berhasil menemukan obat herbal untuk penyakit HIV dan AIDS itu adalah Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD.

Dia adalah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR) yang jadi peneliti di University Putera Malaysia (UPM).

Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Ia telah menggunakan obat ini di tempat praktiknya Rawatan Herbal An Nabaat Dr Nurmawati Syakroni.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut.

"Awalnya hanya untuk beberapa penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah SWT mungkin memberikan saya amanah. Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu Dalu, Rokan Hulu, Riau ini kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (16/1/2019).

Bahkan, untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini.

Di antaranya obat untuk penderita HIV dan AIDS, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV dan AIDS hingga saat ini.

Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia.

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya.

Untuk obat HIV dan AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57, dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau.

Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya.

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian.

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal.

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya.

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau.

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. (*)


Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/01/16/dosen-bercadar-asal-riau-temukan-obat-herbal-untuk-penyakit-hiv-dan-aids


PEKANBARU (CAKAPLAH) - Seorang ilmuwan asal Rokan Hulu, Riau, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  mengklaim dirinya berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.  Sebagaimana diketahui, sampai saat ini belum ada pihak yang berhasil menyembuhkan penyakit mematikan tersebut.

 Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staf peneliti di University Putra Malaysia (UPM) ini menyebutkan bahwa prakteknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," katanya kepada CAKAPLAH.com, Selasa (15/1/2019).

Untuk obatnya sendiri, bernama Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dibanderol dengan harga Rp100 ribu.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya ini bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," cakap perempuan bercadar tersebut.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau. Saya memulai ini dengan fardhu kifayah," cakapnya lagi.

Sementara itu, salah seorang pejabat publik Abdul Hamid mengatakan bahwa Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  merupakan dosennya saat menempuh perkuliahan di UIR dahulu.

"Saya ini merupakan mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan membantu banyak orang," tukas salah seorang Komisioner KPU Riau tersebut.

Penulis : Satria Yonela
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serba Serbi, Riau




BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Seorang ilmuwan asal Rohul, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D mengklaim bahwa dirinya sudah berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.

Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staff peneliti di University Putra Malaysia ini menyebutkan bahwa praktiknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," kata dia kepada bertuahpos.com, Selasa 15 Januari 2019.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," tambah dia.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau," pungkas dia.




Assalamu'alaikum wr. wb. dan Salam Sejahtera.

Berikut adalah paket-paket Herbal An-Nabaat yang kami rekomendasikan kepada Tuan/Puan khusus untuk penyakit-penyakit tertentu untuk hasil yang lebih baik:


1.   DARAH TINGGI
  • HN23 (Herbal Turun Tekanan Darah)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

2.   KOLESTEROL TINGGI
  • HN1 (Herbal Turun Kolesterol)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

3.   DIABETES
   -  Tahap Awal (bacaan gula dalam darah di bawah 10):
  • TG1 (Herbal Turun Gula 1)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

   -  Tahap Kronik (bacaan gula dalam darah di atas 10):
  • TG1 (Herbal Turun Gula 1)
  • TG2 (Herbal Turun Gula 2)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

4.   JANTUNG
  • HN51 (Herbal Rawat Jantung 1)
  • HN79 (Herbal Rawat Jantung 2)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

5.   ASAM URAT
   -  Tahap Awal:
  • HN8 (Herbal Rawat Asam Urat 1)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

    -  Tahap Kronik:
  • HN8 (Herbal Rawat Asam Urat 1)
  • HN55 (Herbal Rawat Asam Urat 2)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)
  • * HN72 (Herbal Rawat Bengkak)

6.   ASMA
  • HN19 (Herbal Rawat Asma)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

7.   ARTHRITIS
  • HN45 (Herbal Rawat Arthritis)
  • HN57 (Herbal Rawat Kuman/Virus)
  • HN7 (Herbal Kuat Tulang)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

8.   EKZIMA, PSORIASIS (PENYAKIT KULIT BERSISIK)
   -  Psoriasis Biasa:
  • HN57 (Herbal Rawat Kuman/Virus)
  • HN11 (Herbal Rawat Alergi)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)
  • HO (Minyak Herbal)

    -  Psoriasis Arthritis:
  • HN57 (Herbal Rawat Kuman/Virus)
  • HN11 (Herbal Rawat Alergi)
  • HN45 (Herbal Rawat Arthritis)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

9.   RAMBUT RONTOK
  • HN25 (Herbal Subur Rambut)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara) 

10.  VITILIGO
  • HN62 (Herbal Rawat Vitiligo 1)
  • HN75 (Herbal Rawat Vitiligo 2)
  • HN63 (Krim Herbal Rawat Vitiligo)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

11.  JERAWAT
  • HN69 (Herbal Anti Toksin)
  • * HN18 (Herbal Rawat Sinusitis)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)
   
12.  HEPATITIS B/HIV AIDS:
  • HN57 (Herbal Rawat Kuman/Virus)
  • Liv10 (Herbal Rawat Hepatitis B)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

13.  DEMAM BERDARAH (DENGUE)

    -  Dengue Biasa:

  • HN32 (Herbal Rawat Demam)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

    -  Dengue + Pendarahan/Tifus/Zika:
  • HN32 (Herbal Rawat Demam)
  • HN57 (Herbal Rawat Kuman/Virus)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

14.  KANKER
    -  Kanker Stadium Awal:

  • K1 (Herbal Rawat Kanker  1)
  • K2 (Herbal Rawat Kanker  2)
  • * HN80 (Herbal Bawang Sabrang)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

    -  Kanker Stadium Akhir:
  • K1 (Herbal Rawat Kanker  1)
  • K2 (Herbal Rawat Kanker  2)
  • K3 (Herbal Rawat Kanker  3)
  • K4 (Herbal Rawat Kanker  4)
  • * HN80 (Herbal Bawang Sabrang)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

15.  KISTA@POLIP
    -  Kista Ukuran Bawah 5 Cm
  • CS67 (Herbal Rawat Kista 1)
  • CS68 (Herbal Rawat Kista 2)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

    -  Kista Ukuran 5cm Ke Atas:
  • Ambil paket obat herbal untuk Kanker 

16.  BELUM MENDAPAT CAHAYA MATA
  • HN17 (Herbal Rawat Kesuburan)
  • * HN22 (Herbal Serapat (Untuk Isteri)
  • * HN20 (Herbal Kuat Lelaki (Untuk Suami)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

17.  GINJAL
  • HN37 (Herbal Rawat Ginjal)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

18.  BATU GINJAL
  • HN6 (Herbal Rawat Batu Ginjal)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)
  • * Minuman Herbal Pencuci Ginjal

19.  BATU HEMPEDU
  • HN48 (Herbal Rawat Batu Hempedu)
  • HN69 (Herbal Anti Toksin)
  • VCO (Minyak Kelapa Dara)

(*) Sangat direkomendasikan terutama bagi yang kronik.

 

Qamarun Salim

Setiap orang mungkin pernah merasa gatal-gatal, sehingga terpaksa menggaru bahagian berkenaan. Tetapi pernahkah anda terasa gatal sehingga terpaksa menggaru seluruh badan? Lebih perit jika bahagian yang digaru itu mengelupas.

Keadaan inilah yang dialami oleh Qamarun Salim, 25 sejak dia berumur 16 tahun. Ketika baru menginjak dewasa, sakit kulit yang dialami mengubah hidupnya.

Dia tidak boleh aktif seperti anak muda lain sebaliknya terpaksa mengurung diri di rumah.

Akibat penyakit kronik itu, kulit Qamarun bersisik kemerah-merahan, rambut gugur dari berat badan menyusut.

"Kawan-kawan saya menggelar saya "mat salji". Setiap kali saya menggaru kepala, terdapat kesan putih jatuh bak salji.

Janganlah malu atau cuba sembunyikan diri kalau dapat penyakit seperti ini. Buktikan pada orang lain bahawa kita pun boleh berjaya. Yang penting, kita jangan berputus asa.

"Pada mulanya macam ada kelemumur di kepala. Saya sikat berulang kali, namun ia jadi makin teruk,” katanya.

Kadang-kadang timbul perasaan rendah diri kerana tidak tahan dengan keadaan persekitaran ditambah dengan perasaan rendah diri akibat kekurangan diri itu.

Lama kelamaan dia seakan sudah lalu dengan cacian orang sekeliling yang seperti jijik melihat kulitnya yang kemerah-merahan dan mengelupas.

Malah, ramai yang cuba menjauhinya kerana kononnya penyakit kulit itu berjangkit.

“Masa bersekolah dulu ada yang menjauhkan diri dan menghina saya. Masa itu saya sebagai remaja tentu terasa dengan mereka,” Katanya sebak.

Selepas meningkat dewasa, Qamarun nyata sudah lali dengan semua kutukan sesetengah orang.

“Makin lama saya sudah makin biasa dengan ejekan orang. Sekarang, apabila pergi ke tempat khalayak ramai pun saya rasa tak mengapa. Macam tak ada masalah,” ujarnya.

Bagi mengelak penyakit kulitnya itu melarat, Qamarun menyapu krim selain satu lagi ubat yang perlu dimakan.

Selain rutin berjumpa pakar kulit, saya juga mencuba rawatan alternatif termasuk herba-herba.

“Pada julai lalu, saya mencuba ubat daripada herba. Boleh dikatakan saya sudah bosan sebenarnya dengan penyakit saya. Namun, saya tidak mahu berputus asa. Akhirnya, saya berjumpa maklumat facebook An-Nabaat dan www.an-nabaat.blogspot.com. Daripada situ saya mendapat maklumat tentang rawatan alternatif penyakit saya.”

“Bagi saya tidak salah mencuba kerana saya mahu hidup normal seperti orang lain,” katanya yang bersyukur kerana mengalami perubahan positif.

Semangat
Atas kesabaran Qamarun, kulit kepala dan badan kurang mengalami kegatalan. Pun begitu, Qamarun masih berpantang khususnya penjagaan makanan dengan mengurangkan pemakanan yang boleh merangsang kegatalan seperti telur, ayam dan sebagainya.

Qamarun kini lebih mengutamakan makanan sihat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Keluarga juga banyak memberi semangat kepada saya. Saya tidak akan lupa jasa mereka,” katanya lagi.

Kepada pesakit yang mengalami penyakit yang sama, Qamarun berharap mereka berani dan tidak menghiraukan cacian orang sekeliling, sebaliknya bangkit menjadi insan berjaya.

“Janganlah malu atau cuba sembunyikan diri kalau dapat penyakit seperti ini. Buktikan kepada orang lain bahawa kita pun boleh berjaya. Yang penting kita jangan berputus asa,” ujarnya.

Qamarun adalah antara ratusan pesakit Psoriasis yang pada awalnya menganggap penyakit ini hanya kegatalan biasa.

Hakikatnya, Psoriasis sejenis penyakit kulit kronik yang boleh menyerang sesiapa sahaja tanpa mengira usia dan jantina.

Sehingga kini 125 juta penduduk seluruh dunia menghidap Psoriasis dan tidak terkecuali Malaysia denga 12,40062 pesakit.

Psoriasis memberi kesan kepada sendi dan paling ketara dibahagian kulit yang kelihatan kemerah-merahan serta mengelupas, menyebabkan ramai antara pesakit malu untuk menonjolkan diri di khalayak ramai.

Dalam pada itu hari Psoriasis sedunia 29 Oktober setiap tahun bagi memberi kesedaran kepada orang ramai mengenai penyakit kronik ini selain memberi peluang kepada pesakit untuk berkongsi pengalaman serta kehidupan seharian mereka.

Oleh RABIATUL ADAWIYAH KOH ABDULLAH
adawiyah.koh@utusan.com.my

Artikel ini telah diterbitkan oleh: Mingguan Malaysia, Minggu 8/11/2015.

Terimakasih yang tidak terhingga kami ucapkan kepada En. Qamarun Salim dan rakan-rakan di Utusan Malaysia.


Seorang warga emas berusia 65 tahun telah dirujuk ke sebuah hospital kerajaan di Ampang, Selangor kerana tapak kakinya luka terkena kayu menyebabkan dua jarinya lebam.

Wanita berkenaan menghidap diabetes sejak enam tahun lalu dan mendapatkan rawatan di klinik swasta berhampiran tempat tinggalnya.

Tiba di bahagian kecemasan hospital berkenaan, wanita berkenaan di x-ray dan disaran untuk diamputasi jari kaki kedua dan ketiga serta-merta.

Dua hari selepas amputasi, dia dibenarkan keluar dari wad walaupun masih lemah dan muntah mungkin akibat tindak balas ubat.

Empat hari selepas itu, warga emas itu demam dan muntah mungkin akibat jangkitan kuman, dia dimasukkan semula ke wad.

Pembedahan kecil terpaksa dilakukan bagi membuang jangkitan pada luka berkenaan dan selepas itu doktor menyarankan dilkukan amputasi bawah lutut walaupun kakinya masih elok.

Tidak setuju dengan saranan doktor, wanita itu minta dikeluarkan dari wad hospital bagi merawat lukanya sendiri.

Dalam masa empat bulan, lukanya semakin sembuh, malang kakinya bisul menyebabkan bengkak dan kali ini dibawa ke klinik swasta yang mempunyai pakar vaskular.

Selepas diperiksa, pakar vaskular mendapati sistem peredaran darah wanita ini tidak menghadapi sebarang masalah dan tidak perlu dilakukan amputasi bawah lutut seperti disaran dan hanya perlu dilakukan pembedahan kecil bagi bisul untuk mengelakkan jangkitan kuman merebak.

Pakar vaskular itu merujuk kes itu ke hospital kerajaan tempat wanita berkenaan diamputasi jarinya, dengan surat rujukan supaya hanya sebahagian kecil kaki dibedah. Bagaimanapun saranannya tidak diterima dan pakar ortopedik tetap berkeras dengan amputasi bawah lutut.

Tidak setuju dengan saranan pakar ortopedik, warga emas berkenaan meminta untuk keluar dari hospital.

Menurut pakar runding dan bedah vaskular, Hospital Pakar Damansara, Dr. Ho Teik Kok, komplikasi kaki diabetes amat berkaitan dengan bidang vaskular.

Bidang vaskular hampir sama dengan kardiovaskular cuma bezanya kardiovaskular berkaitan dengan jantung manakala vaskular berkaitan dengan arteri dan vena dalam sistem pembuluh darah kecuali jantung dan otak.

"Sistem kardiovaskular diambil daripada perkataan kardio iaitu jantung dan vaskular pula bermaksud sistem atau rangkaian saluran darah.

"Penyakit sistem berkenaan dinamakan penyakit kardiovaskular," katanya semasa ditemui di pejabatnya baru-baru ini.

Arterosklerosis adalah punca paling biasa yang menyebabkan arteri atau salur darah mengeras dan sempit akibat pembentukan plak.

Ini menyebabkan saluran darah tersumbat dan darah gagal sampai ke organ-organ yang memerlukan terutama kaki yang jauh daripada jantung dan mempunyai salur darah halus di hujung jari.

"Ini biasanya berlaku kepada pesakit diabetes mellitus, darah tinggi, kolesterol dan penghisap rokok tegar," katanya.

Arterosklerosis boleh berlaku dalam arteri di jantung (koronari), otak (karotid), abdomen atau perut (aorta), kaki dan arteri di bahagian lain badan.

AAA biasanya disebabkan oleh genetik, kolesterol tinggi, darah tinggi, diabetes, merokok atau tisu kognitif yang lemah sering berlaku kepada lelaki yang berusia 65 tahun ke atas.

Pembedahan biasanya akan dilakukan jika aorta membesar melebihi 5.5 sentimeter. Biasanya pembedahan terbuka dari dada ke perut dan mengambil masa untuk sembuh.

"Tetapi kini hanya pembedahan kecil menggunakan X-ray bagi memasukkan graf ke tempatnya," katanya.

Bagaimanapun bukan semua pesakit sesuai menjalani EVAR dan mereka perlu mendapat nasihat doktor pakar.

Masalah tangan, kaki atau ketiak berpeluh berlebihan juga boleh diatasi oleh pakar vaskular.

"Suntikan botoks diberikan pada tapak tangan atau kaki yang berpeluh.

"Bagi ketiak pula, pembedahan kecil dilakukan bagi mengeluarkan kelenjar peluh.

"Mereka juga boleh menggunakan mesin iontophoresis sebanyak tiga atau empat kali rawatan sehingga peluh kering," katanya.

Rawatan Mini Strok
Selain itu pakar vaskular juga boleh merawat mini strok daripada menjadi strok.

"Biasanya sebelum terjadi strok, pesakit akan mendapat amaran awal seperti sebelah badan lemah atau muka herot.

"Tetapi keadaan itu boleh pulih dalam masa beberapa jam. Ini dinamakan mini strok," kata Dr. Ho.

Keadaan ini penting sebagai amaran awal sebelum pesakit mendapat strok penuh yang boleh diatasi dengan rawatan awal.

"Bahagian leher pesakit akan diimbas bagi melihat arteri utama yang menyalurkan darah ke otak," katanya

Arteri sempit yang disebabkan oleh timbunan plak kolestrol akan dibedah bagi mengurangkan pesakit mendapat risiko strok kekal.

Dr. Ho berkata, pakar vaskular juga mengatasi masalah anurisme abdominal aortic (AAA) di mana saluran darah paling besar (aorta) di perut mengembang.

"Jika tidak dirawat, aorta yang mengembang boleh pecah dan menyebabkan kematian.

"Biasanya pesakit akan mengadu sakit perut dan sakit belakang."

Peripheral Arterial Disease
Kaki diabetes biasanya dikaitkan dengan Peripheral Arterial Disease di mana aliran darah ke kaki tersumbat kerana plak atau timbunan arterisklerosis.

Biasanya pesakit menderita akibat kesakitan di otot kaki semasa berjalan dan lega selepas berehat.

Keadaan bertambah teruk apabila kaki terluka dan sukar untuk sembuh disebabkan darah tidak sampai ke kawasan yang luka dan kadang kala menyebabkan gangren.

Bagaimanapun jelas Dr. Ho, keadaan kaki diabetes boleh diperbaiki jika mendapat rawatan awal dan tidak memerlukan amputasi.

"Pesakit dinasihatkan memeriksa sistem peredaran darah di kaki dengan menjalani CT Angiogram.

"Jika terdapat masalah dalam sistem peredaran darah, pesakit boleh rujuk kepada pakar vaskular untuk rawatan angiogplasti dan bypass pada urat kaki sama seperti di jantung," katanya.

Apabila sistem peredaran darah telah diperbetulkan, luka pada kaki pesakit diabetes akan cepat sembuh.

"Jadi amputasi adalah jalan paling akhir bagi pesakit diabetes yang mempunyai masalah berkaitan kaki," katanya.

Selain kaki diabetes, Varicose Veins atau vena verikos iaitu masalah pembuluh darah yang bengkak, berpintal, menyakitkan, pengaliran darah yang kurang normal dan timbul di permukaan kulit boleh diatasi oleh pakar vaskular.

Dr. Ho berkata, walaupun vena verikos tidak begitu berbahaya tetapi ia berisiko menyebabkan pendarahan jika terluka atau pecah.

"Ini disebabkan oleh injap yang rosak dan kawasan di betis dan peha akan berubah warna biru seperti lebam," katanya.

Biasanya vena verikos akan menyebabkan keadaan tidak selesa, gatal, kulit kering, ulcer atau luka.

"Keadaan ini boleh dirawat dengan radiofrekuensi atau laser dalam masa yang singkat dan pesakit boleh balik ke rumah pada hari yang sama," katanya.


Dr. Ho Teik Kok



Assalamu'alaikum,

Saya merupakan salah seorang penderita kista yang mengamalkan perubatan an-nabaat. Saya hanya mendapat tahu terdapat kista didalam perut setelah mengalami sakit-sakit di bahagian perut. Lalu saya membuat pemeriksaan di klinik sekitar Putrajaya dan dokter menyarankan supaya saya merujuk ke rumah sakit untuk dibedah.

Saya menceritakan masalah ini kepada seorang kawan sepejabat. Beliau menyarankan saya untuk cuba mengamalkan perubataan An-Nabaat kerana menurutnya, kakaknya yang pernah mengalami Breast Cancer, telah sembuh sepenuhnya setelah mengamalkan perubatan tersebut. Saya terus menghubungi Dr. Nurmawati untuk berjumpa dengan beliau mengenai masalah yang saya hadapi dan telah diberi dua set obat kista iaitu, Herba Rawat Kista 1, Herba Rawat Kista 2 dan Minyak Kelapa Dara (VCO).

Setelah cuba menghabiskan satu set ubat tersebut, saya kembali ke klinik tersebut dan membuat pemeriksaan. Doktor telah mendapati tiada lagi cyst yang terdapat di dalam perut saya. Allhamdulillah, dengan izin Allah, saya telah sembuh dan tidak lagi risau untuk menghadapi pembedahan.

Sesungguhnya, perubatan Islam adalah salah satu inisiatif yang paling berkesan untuk menyembuhkan pesakit dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang diamalkan dan sesungguhnya segalanya adalah ditentukan oleh Allah S.W.T.

Terima kasih An-Nabaat.
Yang Benar,

Syaza Syuhada bt. Zualkpli
miz.syaza@gmail.com
Putrajaya.

Assalamualaikum, nama saya Nurrul Ain bt Mohamed, saya berumur 24 tahun dan sudah berumahtangga, mempunyai seorang cahaya mata berumur 2 tahun 5 bulan, saya mempunyai sebuah syarikat swasta menjalankan kerja-kerja pembersihan di kawasan hospital yang bertempat di Hospital Angkatan Tentera 96 di Lumut, Perak.

Pada awal tahun Januari 2013 saya mengalami demam yang biasa dan saya merasa kan gatal di sekitar tangan kiri, kemudian saya pun berjumpa dokter dan megesahkan saya mendapat demam campak, tapi setelah 2 minggu bintik-bintik yang pada awal nampak seperti demam campak ini dah bertukar dan merebak ke seluruh badan dengan teruk seperti gambar yang telah saya paparkan ini:
                

Beginilah keadaan saya seawal 2 minggu pertama, kemudian suami mengajak saya berjumpa dokter pakar kulit dan saya pun pergi berjumpa dokter dan beliau mengesahkan saya menghidap penyakit Psoriasis, iaitu sejenis penyakit kulit yang tiada ubat penyembuhnya dan hanya boleh dikawal melalui pemakanan ubat yang beterusan dan pemakaian losyen khas.

Masa dapat tahu tu saya rasa sangat sedih, dalam masa yang sama ada juga rasa kecewa, malu pada suami, tapi suami sayalah yang banyak memberi semangat dan sokongan. Sejak awal Januari hingga bulan April saya makan ubat dokter pakar, dalam masa yang sama saya berusaha cari dan mencari di dalam internet apa punca penyakit ini dan mencari alternatif lain untuk menyembuhkan penyakit ni. Saya percaya “Setiap penyakit yang diturunkan Allah swt di muka bumi ini pasti ada penawarnya” Cuma kita kena usaha, percaya dan redha dengan ujianNya.

Pada bulan Mei saya terjumpa satu produk herba bernama An-Nabaat dan terbaca sedikit tentang penawar bagi penyakit psoriasis ni. Saya cuba berhubung dengan anak pengasasnya iaitu anak kepada Dr. Nurmawati, saya tanyakan tentang herba ni dan mula mencuba Herba Rawat Alahan dan Herba Rawat Kuman/Virus.

Selepas hampir 3 bulan menggunakan herba ni, nampak ada sedikit perubahan pada penyakit kulit saya. Namun ketika hampir genap 3 bulan menggunakan herba ni, semua penyakit psoriasis saya keluar dengan banyaknya, hinggakan saya rasa putus asa. Tapi setiap solat saya berdoa agar Allah SWT berikan saya jalan untuk mencari penawar penyakit ni, tapi hati saya masih nak teruskan herba ni.

Dengan izin Allah SWT lepas seminggu keadaan saya yang teruk itu kembali membaik dan semakin pulih. Penyakit psoriasis saya menjadi kering dan makin kering. Saya mula mengurangkan dos yang saya makan. Hinggalah saat tiba bulan puasa dan hari raya, penyakit psoriasis ni tak timbul lagi dan saya rasa sangat-sangat bersyukur. Saya terus menelefon Dr. Nurmawati dan memberi tahu berita baik ini. Sekarang saya masih meneruskan makan pil herba ni, tapi dalam kuantiti sehari hanya 1 pil sahaja saya ambil. Lepas pulih saya buat majlis kesyukuran di atas kesembuhan yang Allah SWT beri. Sekarang saya sihat seperti dulu, Sangat bersyukur saya cepat dapat mengatasi masalah penyakit ni dan tak putus-putus berusaha, alhamdulilah selama 9 bulan saya merawat penyakit ni dan akhirnya sembuh dengan berkat usaha, kesabaran dan berdoa setiap hari selepas selesai solat fardu.

Akhir kata dari saya, sebagai seorang Islam kita harus percaya pada janji Allah SWT, dan kita sebagai hambanya haruslah berusaha dan tawakal untuk mencari penawar tak kira penyakit atau masalah apa pun yang kita hadapi. Mungkin herba An-Nabaat ni adalah penawar untuk penyakit saya ini dan saya amat berterima kasih kepada Dr Nurmawati dan anak beliau kerana menghasilkan herba yang sangat berkhasiat. Wassalam.


Nurrul Ain bt Mohamed
aein_a@yahoo.com



Meski tetap harus berwaspada terhadap pengaruh persekitaran, psoriasis bukanlah penyakit berjangkit. Pakar rheumatologi dr. Cecilia R Padang, PhD, FACR menegaskan bahawa penyakit psoriasis bukanlah penyakit kelainan kulit yang berjangkit.

"Penyakit ini lebih disebabkan oleh faktor genetik. Namun kadangkala faktor penyebabnya adalah interaksi dengan persekitaran. Namun yang pasti penyakit ini tidak berjangkit," kata Cecilia. Hal tersebut ditegaskannya dalam sebuah program pendidikan masyarakat, yang bertemakan: "Stop Psoriasis".

Menurutnya, jenis penyakit kelainan kulit ini termasuk unik kerana bukan disebabkan oleh faktor infeksi, alergik atau jenis kelainan kulit lain. Namun yang juga harus diperhatikan ialah penyakit ini sampai sekarang belum dapat disembuhkan. (ini menurut mereka)

Pengubatan yang ada hingga hari ini hanyalah untuk mengurangkan gejala psoriasis, memperbaiki keadaan kulit dan mengurangi rasa gatal. "Penderita psoriaris harus terus menjalani perawatan secara intensif kerana ini merupakan penyakit kronik," ujarnya.

Psoriasis biasanya bermula dengan gejala lesi kulit berupa lapisan atau penebalan kulit yang datar muncul di permukaan kulit, berukuran lebih dari setengah sentimeter. Lesi itu berwarna kemerahan yang ditutupi sisik putih dan transparan. Kelainan kulit itu biasanya terjadi pada bahagian kepala berambut, batas kulit kepala yang berambut, kedua siku dan lutut.

Sumber: kompas.com


Mengalami masalah obesiti , Syarifah Atiqah Syed Ali sudah lali dengan ejekan mengenai saiz badannya. Namun dia sendiri sedar, berat badannya harus dikurangkan jka tidak mahu menghadapi masalah kesihatan kelak.

Berat badan yang mencecah 88 kilogram mesti dikurangkan kerana ia tidak sesuai dengan usianya yang baru menginjak 25 tahun.

"Dulu saya banyak makan nasi. Malah saya wajib makan nasi berlauk untuk sarapan pagi. Tambahan pula makanan boleh dibeli di mana-mana sepanjang hari dan harga pun murah.

"Disebabkan tidak mengawal pemakanan, berat badan saya semakin meningkat. Akhirnya, saya cepat penat dan tidak dapat memakai baju yang saya idamkan ," ujarnya ketika ditemui di majlis meraikan pelanggan anjuran An Nabaat baru-baru ini.

Atas nasihat keluarga, Atiqah mengurangkan pengambilan karbohidrat serta lebihkan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Bagi mengimbangi jadual dietnya, Atiqah turut mengambil suplemen An Nabaat, herba susut-perut.

Herba ini membantu sistem dalam tubuh Atiqah untuk melawas dengan baik.

Diet selepas lebih setahun mengamalkan diet, kini hidup Atiqah mula berubah sepenuhnya.

Dia berjaya menurunkan berat badan sebanyak 18 kilogram dan ini meningkatkan keyakinan dirinya.

"Kini berat badan saya 70 kilogram. Apa yang melucukan, tabiat lama sewaktu gemuk masih terbawa-bawa kerana saya terlupa bahawa tubuh saya sudah tidak seperti dulu.

"Bayangkan dahulu hendak duduk menyilang kaki cukup susah malah jika mengikat tali kasut, saya perlu meletakkan kaki atas tempat yang lebih tinggi. Waktu itu saya tidak mampu menundukkan badan atau berlutut kerana terlalu gemuk. Lebih menyedihkan dulu, saya tidak dapat membeli baju yang saya suka,'' ujarnya.

Dia kini perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan saiz tubuh barunya malah lebih gembira kerana semakin senang memilih baju dan memakainya tanpa rasa malu. Tidak seperti masa dia perlu menyarung baju atau seluar bersaiz XXL sebelum ini.

"Saya masih boleh minuman kegemaran dengan syarat mengurangkan gula dan mencuba pelbagai jenis sup," katanya sambil tersenyum.

GembiraSeronok dengan perkembangan dirinya, Atiqah sedia berkongsi cara dia mengurangkan berat badan atau lebih tepat, mengatasi masalah obesiti.

Pertamanya, tekan Atiqah adalah kesungguhan kerana ia menuntut pengorbanan yang tinggi, perlu berusaha bukan sekadar memasang angan-angan.

"Sebenarnya, faktor utama yang mampu menyumbang ke arah penurunan berat badan adalah kombinasi amalan pemakanan dan cara hidup sihat yang perlu diseimbangkan dengan aktiviti kecerdasan.

"Jangan memilih jalan singkat seperti pengambilan pil kurus atau pembedahan sedut lemak yang memang ketara hasilnya dalam jangka pendek kerana ia terbukti bukan cara selamat untuk kurus .

"Sebaliknya, berusahalah untuk kurus dengan nasihat pakar atau hospital selain mengamalkan pengambilan makanan berkhasiat dan bersenam. Itu cara paling ideal yang tidak boleh dinafikan," tambahnya.

Bagi Atiqah, paling tidak seseorang itu perlu bersenam setiap hari walaupun ia hanya satu pergerakan ringkas kerana dengan cara itu, mereka dapat mendidik diri menjadi individu yang cergas.

Pengalaman lalu banyak memberi pengajaran buatnya agar mengawal pemakanan dan memperbanyakkan pergerakan fizikal.

Atiqah bersyukur kerana kesedaran awal membolehkannya mengatasi obesiti yang menjadi punca pelbagai penyakit lain.

Sumber: Utusan.com.my

Artikel ini telah disiarkan di Akhbar Mingguan Malaysia, pada Ahad 6/1/2013 


Sudah lebih 2 tahun saya menderita penyakit kulit yang bernama psoriasis ini, saya pernah menggunakan ubat (sapu dan pil) yang diberikan doktor dari klinik kerajaan, namun ia hanya mengawal tetapi masih tidak dapat menyembuhkan penyakit saya. Selain itu pelbagai alternatif lainnya yang telah saya cuba, seperti memilih sabun yang sesuai, menggunakan sabun berubat, berpantang dalam makan dan kerap mandi, namun ia tetap juga tidak sembuh.

Alhamdulillah 3 Ogos 2012 saya pun mencuba ubat keluaran An-Nabaat iaitu herba rawat kuman/virus, herba rawat alahan, minyak kelapa dara, dan minyak herba.

Pada hari ke-10 mengambil ubat ini penyakit Psoriasis keluar dengan banyaknya dari badan saya dan terasa sangat gatal. Sebelum itu Dr. Nurmawati ada berpesan: Ubat ini akan mencuci & mengeluarkan habis kotoran dalam darah penyebab pada penyakit ini. Jika kuman/virus itu banyak di dalam darah, selepas makan ubat ini ia akan melawan dan keluar dengan lebih banyak, sekiranya ia keluar, bersabar dan biarkanlah dia keluar semua, selepas itu insyaAllah dia akan sehat.

Kini setelah hampir sebulan mengambil ubat ini gatal-gatal badan saya sembuh, kering dan tidak naik lagi. Yang tinggal hanya tompok-tompok berwarna cokelat gelap bekas dari gatal-gatal tersebut yang insyaAllah juga boleh dihilangkan.


Nur,
Kuala Lumpur


Tiada kata yang mampu diucapkan mana-mana wanita apabila disahkan menghidap penyakit kanser melainkan gambaran kematian yang terlintas di fikiran.

Pemikiran mereka seolah-olah sudah ditanam dengan kepercayaan bahawa sesiapa sahaja yang menghidap kanser tidak mempunyai usia yang panjang.

"Persepsi itu sebenarnya salah kerana Allah sudah menjanjikan yang terbaik buat kita sekiranya kita berusaha."

Itulah bicara awal Rohana Rabu @ Mahat, 36, ketika berkongsi pengalamannya menghidap kanser ovari.

Pada awalnya, Rohana sendiri berat hati dan malu untuk bercerita.

Namun, katanya, dia berharap kisah ini dapat memberi semangat kepada pesakit lain melawan kanser.

"Dengan izin Allah, keadaan kesihatan saya semakin baik. Mula-mula dulu saya seperti wanita lain, sedih, malu dan hampir berputus asa. Namun, saya yakin dengan ketentuan Tuhan, setiap penyakit pasti ada ubatnya. Saya berusaha berjumpa pakar dan mencari rawatan alternatif," ujarnya yang bertugas sebagai guru.

Empat tahun lalu, Rohana disahkan menghidap kanser ovari peringkat ketiga.

Seperti tidak percaya dengan berita itu, Rohana cuba bangkit dan mencari semangat baru dalam hidupnya.

Ujian
Selepas menjalani ujian pemeriksaan kesihatan, Rohana perlu melakukan pembedahan segera.

Rohana bersyukur kerana segalanya berjalan lancar dan seperti pesakit kanser lain, dia kemudian menjalani rawatan kemoterapi.

"Tuhan sahaja tahu sakitnya ketika itu. Namun saya positifkan diri untuk melawan sakit. Saya berpantang dari segi penjagaan makanan dan hanya bergantung pada ubat selama empat tahun. Kemudian suatu hari, saya mencuba suplemen herba setelah disarankan oleh seorang kawan. Dengan izin Allah, kesihatan saya semakin baik terutamanya aspek kecergasan fizikal. Walaupun begitu, saya tetap berpantang makan kerana takut rahim menjadi bengkak semula," ujarnya ketika ditemui di An Nabaat Sdn. Bhd, Bandar Baru Bangi, Selangor baru-baru ini.

Tambah Rohana, dia dimaklumkan faktor pemakanan dan genetik menjadi punca terbesar kanser ovari.

Justeru, Rohana lebih berhati-hati soal pemakanan. Nasihatnya, walau sibuk dengan kerjaya, setiap orang perlu elakkan makanan segera dan banyakkan makanan organik atau sihat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

"Kehidupan hari ini berbeza dengan dulu kerana semua perlu dilakukan segera. Masa pun berjalan dengan pantas. Oleh itu, kita perlu bijak mengurus masa dan jadual diri supaya kita juga mempunyai masa berehat yang sempurna.

Selain itu, kita perlu kembali kepada amalan semula jadi sebagai umat Islam. Untuk menjadi positif, banyakkan amal ibadat seperti solat sunat dan membaca al-Quran. Itu semua akan menjadi penawar terbaik kepada setiap pesakit," katanya mengakhiri bicara.

Sumber: utusan.com.my

Artikel ini telah disiarkan di Akhbar Mingguan Malaysia, pada Ahad 2/9/2012

Hubungi Kami

"Apakah anda punya masalah kesehatan? seperti kanker, kista, asam urat, diabetes, darah tinggi atau masalah kesehatan yang lain? Sementara anda juga sudah puas berobat ke Dokter/Rumah Sakit?"

"Di sini kami ingin membantu anda. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, ramai yang telah berhasil sembuh.. Bagaimana pula dengan anda?

Untuk pertanyaan atau konsultasi kesihatan,
hubungi pakar kami:

Dr. Nurmawati bt. Syakroni Apt. Ph.D
Pharmacist (UGM, Yogyakarta)
Microbiologist (UKM)
Moleculer Biologist (UPM)
+6019-3917945 (call/sms/whatsapp)

Atau hubungi wakil kami di Riau, Indonesia:

AS'AD TAMBUSAI
0813-72175729 (call/sms/whatsapp)
E-mail: annabaatriau@gmail.com

Atau buat temujanji
dan datang ke alamat kami:

RUMAH SEHAT AN-NABAAT
(DR. NURMAWATI SYAKRONI Apt. Ph.D)

Jln. Garuda Sakti Km. 7.5
Masuk Jln. Kijang Putih. Gg. Herbal
Desa Karya Indah. Kec Tapung
Kab. Kampar. 28464 Riau
Indonesia

Lihat google map:
https://goo.gl/maps/Rbzs39TPzau

WAKTU OPERASI:
Setiap Hari: Senin - Ahad
8.00 - 18.00 (WIB)

Video Herbal An-Nabaat