Para peserta pelatihan melakukan praktikal mengolah obat herbal.

Alhamdulillah tanggal 28 Januari 2019 yang lalu Dr. Nurmawati Syakroni sudah kembali dari Negara Brunei Darussalam mengadakan pelatihan herbal di sana atas undangan Darusysyifa' Warrafahah, dan kembali dengan membawa satu berita gembira.

Darusysyifa' Warrafahah merupakan sebuah Yayasan Pengobatan Islam yang dinaungi oleh Kebawah Duli Yang Mulia Baginda Sultan Brunei Darussalam sendiri. Alhamdulillah, hubungan baik serta kerjasama dengan Darusysyifa' warrafahah Negara Brunei Darussalam telah terjalin sejak tahun 2012. 2 kali setiap tahun  Dr. Nurmawati akan diundang mengadakan pelatihan herbal di sana.

Insyaallah kurikulum yang telah diajarkan di Brunei ini juga akan diajarkan di dalam pelatihan-pelatihan herbal yang akan kita adakan bersama Bangkit Pengusaha Muslim, Pekanbaru, Riau.

Pelatihan herbal ini juga mendapat kunjungan langsung oleh Datuk Paduka Ahmad Bukhari, (mengenakan rompi dan peci abu-abu) sebagai Yang dipertua AJK Tadbir Darusysyifa' Warrafahah. Di dalam kerajaan Brunei Darussalam beliau menjabat sebagai naib/wakil Mufti Negara Brunei Darussalam.

Sehabis pelatihan herbal, program dilanjutkan dengan rapat antara Dr. Nurmawati Syakroni bersama Datuk Ahmad Bukhari bersama AJK Darusysyifa' Warrafahah yang lain tentang rencana membangunkan industri herbal, apotik dan pabriknya untuk Negara Brunei sendiri, juga Indonesia dan Malaysia. Satu proposal/kertas kerja insyaallah sedang disiapkan untuk dibawa menghadap Kebawah Duli Yang Mulia Baginda Sultan Brunei. Semoga Allah swt meredhai segala niat baik dan cita-cita kita semua ini. Amin ya Robbal 'alamin.

Datuk Paduka Ahmad Bukhari sedang ikut mendengar penerangan Dr. Nurmawati tentang herbal sebagai obat kanker.

Rapar bersama Tim pendidikan perawat Darusysyifa' Warrafahah bersama Datuk Paduka Ahmad Bukhari sebagai Yang Dipertua.










Foto Dr Nurmawati Bt Syakron Apt Ph D bersama Komisioner KPU Riau, Abdul Hamid, Selasa (15/1)
BANGAI.ID, PEKANBARU -- Salah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR), Nurmawati Syakroni Apt Ph D menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut. 

"Awalnya hanya untuk satu dua penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah mungkin memberikan saya amanah, Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu, Rokan Hulu ini, Selasa (15/1).

Bahkan untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini, di antaranya AIDS atau HIV, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya. 

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS hingga saat ini. Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia. 

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya. 

Untuk obat HIV AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya. 

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian. 

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya. 

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau. 

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. 




TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dosen bercadar asal Riau temukan obat herbal untuk penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

Dosen bercadar asal Riau yang berhasil menemukan obat herbal untuk penyakit HIV dan AIDS itu adalah Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD.

Dia adalah seorang dosen Biologi dan Kimia Universitas Islam Riau (UIR) yang jadi peneliti di University Putera Malaysia (UPM).

Dr Nurmawati Syakroni Apt PhD menemukan obat herbal untuk berbagai penyakit, yang ia temukan sejak beberapa tahun lalu.

Ia telah menggunakan obat ini di tempat praktiknya Rawatan Herbal An Nabaat Dr Nurmawati Syakroni.

Sejumlah temuan-temuannya tersebut ia peroleh melalui penelitian di labor University Putera Malaysia (UPM), dimana ia juga meruapakan salah satu peneliti di laboratorium kampus tersebut.

"Awalnya hanya untuk beberapa penyakit yang coba saya teliti, dan mengobati tetangga serta orang-orang terdekat. Namun Allah SWT mungkin memberikan saya amanah. Alhamdulillah cukup banyak yang mendapatkan kesembuhan, dan dari mulut ke mulut bertambah ramai yang tahu. Sampai sekarang sudah 81 jenis obat yang kami hasilkan," kata perempuan asli Dalu Dalu, Rokan Hulu, Riau ini kepada Tribunpekanbaru.com pada Rabu (16/1/2019).

Bahkan, untuk sejumlah penyakit yang diklaim belum ada obatnya, juga ditemukan oleh dosen ini.

Di antaranya obat untuk penderita HIV dan AIDS, Hepatitis B, demam berdarah, penyakit kulit langka, dan beberapa penyakit lainnya.

Ia juga menyebutkan bahwa di tempat prakteknya di Malaysia, ia juga sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV dan AIDS hingga saat ini.

Hasil temuannya juga sudah dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar di Malaysia.

"Untuk proses kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderitanya," ulasnya.

Untuk obat HIV dan AIDS tersebut dinamakan dengan Herba Annabat, HN57, dengan 60 buah kapsul hanya dijual dengan harga Rp 100 ribu.

Ia berharap, agar obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau.

Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Kalau dibandingkan dengan Malaysia, jumlah tumbuhan untuk herbal jauh lebih banyak di sini. Tapi kadang kita banyak yang belum tahu, dan menganggap benalu dan rumput yang tidak berguna. Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," ujarnya.

Salah seorang mantan murid Nurmawati, Abdul Hamid, yang saat ini juga penjabat sebagai Komisioner KPU Riau mengatakan, sejak kuliah dulu, Nurmawati memang sudah gemar melakukan penelitian-penelitian.

Saat ini dikatakan Hamid, negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal.

"Saya mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan banyak membantu banyak orang," ujarnya.

Ditambahkan Hamid, Nurmawati juga merupakan seorang apoteker, dan saat ini berencana akan mengembangkan produk herbal di Riau.

"Kita sangat dukung, semoga ini bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat nantinya," tuturnya. (*)


Penulis: Alex
Editor: Nolpitos Hendri

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/2019/01/16/dosen-bercadar-asal-riau-temukan-obat-herbal-untuk-penyakit-hiv-dan-aids


PEKANBARU (CAKAPLAH) - Seorang ilmuwan asal Rokan Hulu, Riau, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  mengklaim dirinya berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.  Sebagaimana diketahui, sampai saat ini belum ada pihak yang berhasil menyembuhkan penyakit mematikan tersebut.

 Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staf peneliti di University Putra Malaysia (UPM) ini menyebutkan bahwa prakteknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," katanya kepada CAKAPLAH.com, Selasa (15/1/2019).

Untuk obatnya sendiri, bernama Herba Annabat, HN57. Dengan 60 buah kapsul hanya dibanderol dengan harga Rp100 ribu.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya ini bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," cakap perempuan bercadar tersebut.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau. Saya memulai ini dengan fardhu kifayah," cakapnya lagi.

Sementara itu, salah seorang pejabat publik Abdul Hamid mengatakan bahwa Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D  merupakan dosennya saat menempuh perkuliahan di UIR dahulu.

"Saya ini merupakan mahasiswa beliau, saat ini beliau sudah sukses di Malaysia, kita support karena membanggakan nama Riau, kita juga support produk herbal ini dikembangkan di Riau, karena akan membantu banyak orang," tukas salah seorang Komisioner KPU Riau tersebut.

Penulis : Satria Yonela
Editor : Jef Syahrul
Kategori : Serba Serbi, Riau




BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Seorang ilmuwan asal Rohul, Dr. Nurmawati Syakroni Apt. Ph.D mengklaim bahwa dirinya sudah berhasil menemukan obat herbal untuk HIV/AIDS.

Dosen di Universitas Islam Riau (UIR) dan juga staff peneliti di University Putra Malaysia ini menyebutkan bahwa praktiknya di Malaysia sudah berhasil menyembuhkan 8 orang penderita HIV/AIDS.

"Untuk kesembuhan mereka itu bervariasi, ada yang 6 bulan, dan ada juga yang mencapai 1 tahun. Tergantung dari imunitas tubuh masing-masing penderita," kata dia kepada bertuahpos.com, Selasa 15 Januari 2019.

Dikatakan Nurmawati, dirinya berharap obat-obatan herbal yang ditemukannya bisa lebih dikembangkan di Riau. Resep obat herbalnya disebutkan Nurmawati berasal dari 125 jenis tanaman, yang sebagian besar ada di Indonesia.

"Jangan remehkan rumput-rumput di pinggir jalan, atau ganggang di laut Riau ini, semuanya punya khasiat," tambah dia.

Selain obat herbal untuk HIV/AIDS, Nurmawati juga menyebutkan bahwa dirinya juga menemukan obat herbal untuk beberapa penyakit lain, seperti penyakit kulit dan demam berdarah.

Nurmawati juga menyebutkan bahwa negara Brunei dan Malaysia sangat tertarik dengan obat herbal temuannya, dan berencana mendirikan pabrik obat herbal. 

Bahkan, Nurmawati juga mengklaim bahwa obat herbal untuk demam berdarahnya sempat akan dibeli oleh salah satu universitas di Manchester, Inggris.

"Tapi saya tak jual. Yang penting kembangkan dulu di Riau," pungkas dia.


Hubungi Kami

"Apakah anda punya masalah kesehatan? seperti kanker, kista, asam urat, diabetes, darah tinggi atau masalah kesehatan yang lain? Sementara anda juga sudah puas berobat ke Dokter/Rumah Sakit?"

"Di sini kami ingin membantu anda. Alhamdulillah dengan izin Allah SWT, ramai yang telah berhasil sembuh.. Bagaimana pula dengan anda?

Untuk pertanyaan atau konsultasi kesihatan,
hubungi pakar kami:

Dr. Nurmawati bt. Syakroni Apt. Ph.D
Pharmacist (UGM, Yogyakarta)
Microbiologist (UKM)
Moleculer Biologist (UPM)
+6019-3917945 (call/sms/whatsapp)

Atau hubungi wakil kami di Riau, Indonesia:

AS'AD TAMBUSAI
0813-72175729 (call/sms/whatsapp)
E-mail: annabaatriau@gmail.com

Atau buat temujanji
dan datang ke alamat kami:

RUMAH SEHAT AN-NABAAT
(DR. NURMAWATI SYAKRONI Apt. Ph.D)

Jln. Garuda Sakti Km. 7.5
Masuk Jln. Kijang Putih. Gg. Herbal
Desa Karya Indah. Kec Tapung
Kab. Kampar. 28464 Riau
Indonesia

Lihat google map:
https://goo.gl/maps/Rbzs39TPzau

WAKTU OPERASI:
Setiap Hari: Senin - Ahad
8.00 - 18.00 (WIB)

Video Herbal An-Nabaat